SMA Katolik di Palembang Sumatera Selatan ini tidak terlepas dari ciri khas Konstitusi Gereja Katolik No. 5 “Gravissium Educationis” yaitu: Sekolah Katolik menumbuhkan kemampuan memberikan penilaian yang cermat, memperkenalkan harta warisan budaya yang telah dihimpun oleh generasi-generasi masa silam, meningkatkan kesadaran akan tata nilai, menyiapkan siswa untuk mengelola kejuruan tertentu, memupuk rukun persahabatan antara para siswa yang beraneka watak-perangai maupun kondisi hidupnya, dan mengembangkan sikap saling memahami.
Konstitusi tersebut selaras dengan tujuan Pendidikan Nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya.
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” (Undang-Undang No. 20, Tahun 2003. Pasal 3)
SMA Xaverius 1 Sekolah Terbaik di Palembang
SMU Xaverius 1 Sekolah Terbaik di Palembang telah mengukir jejak-jejak langkah perjalanan sejarah, baik bagi masyarakat Palembang dan Sumatera Selatan maupun Indonesia dan internasional.Tatkala pada 15 Juli 1951 seorang Rohaniwan berkebangsaan Belanda L. F. J. Nienhuis mendirikan sekolah menengah atas Jln. Talang Jawa 4 Palembang (sekarang Jln. Kol. Atmo) dengan nama SMA Xaverius di bawah yayasan Xaverius yang didirikan 05 Mei 1930. Nama Xaverius diambil dari Santo Fransiskus Xaverius (7 April 1506 –2 Desember 1552) seorang pionir misionaris besar Katolik asal Navarre, Spanyol, di puri Xavier, dekat Pamplona.
Dengan lokal hanya 1 kelas menumpang di gedung Pastoran, SMA Xaverius Palembang memulai aktivitas belajar mengajar, meski dengan sarana dan prasarana yang kurang memadai. Bahkan untuk kapur tulis pun meminta bantuan dari Belanda. Murid hanya berjumlah 32 dan Fr. Plechelmo sebagai pengajar sebagian besar dari pelajaran Ilmu Pasti dibantu tenaga pengajar dari guru negeri.
Namun semangat menjadikan SMU Xaverius Palembang terus maju karena untuk memenuhi suatu keinginan dan kebutuhan masyarakat (Pro Ecclisia et Patria – Demi Gereja dan Tanah Air) serta lahir dari suatu keluarga baik dan teratur.
Tahun 1953, awal pemimpinan Joseph Hubertus Soudant, SCJ seorang pastor kelahiran Heer, Belanda, pengganti Frater L. F. J. Nienhuis, lokasi sekolah berpindah ke Jalan Bangau yang dulunya merupakan daerah rawa-rawa yang sepi.
Tahun 1956 Pastor J. J. M. Goeman SCJ diangkat sebagai Kepala Sekolah SMA Xaverius yang mempunyai pengalaman mendidik dan mengajar di SMA Kolese de Britto dan SMA St. Thomas di Yogyakarta (Juli 1952 – Agustus 1954). Selama Pastur J. J. M. Goeman SCJ. menjadi pimpinan SMA Xaverius tahun 1956-1961 banyak keberhasilan yang telah dicapai antara lain :
- Mendirikan wadah persatuan pelajar, tepatnya Kamis, 29 November 1956 dengan nama Ikatan Pelajar SMA Xaverius, yang kemudian berganti nama Perhimpunan Pelajar Sekolah Katolik (PPSK) SMA Xaverius 1. Kini menjadi OSIS/PPSK SMA Xaverius 1.
- Menetapkan lambang perhimpunan pelajar sekolah dengan mengadakan sayembara dan F.X. Mulyadi (almarhum) keluar sebagai pemenangnya.
- Pendirian sebuah wadah untuk menampung gagasan kreativitas tulisan siswa yaitu GITA PELAJAR, yang terbit pertama bulan Januari 1957 dan berganti nama menjadi majalah GITA hingga sekarang.
- 1959 SMA Xaverius mempunyai tiga jurusan: Bagian A, B, dan C (sekarang jurusan IPA, IPS, dan Bahasa).
Meski SMA Xaverius 1 Palembang berada dalam lingkungan Katolik bukan berarti tertutup bagi masyarakat beragama lain. Penerapan pelajaran agama tidak memaksa, artinya siswa diberi kebebasan untuk menjalankan agamanya masing-masing. Tujuan sekolah dikembalikan ke mukadimah Undang-Undang Dasar 45, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, serta pemahaman budi pekerti yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar